Bawalah juga anak-anak kita utk melayani Tuhan karena HIDUP INI SANGAT SINGKAT!
Yg rindu melayani Tuhan mari bergabung bersama kami dalam Sang Koor Muda Mudi CCA. Tuhan Berkati..
Persembahkan hidup utk melayani Tuhan seperti Sang Koor Bp Ibu CCA. Sudah tersedia Mahkota Kemuliaan..
IBADAH itu SEHARGA Dengan KORBAN KRISTUS. Maka..Hadirilah setiap ibadah kami dan temukan hadiratNya..
  
AUDIO SERMONS WITH TEXT
Jangan Ambil RohMU Dariku
26 Mei 2012
Pdt. Daniel Tanzil



RESIZE FONT   [ STANDARD   |   BIG   |   BIGGEST ]

Perbedaan Saul dan Daud. Saul berpuas diri dengan urapan yg sudah ada, ia tidak menjaga urapannya. Tidak  pernah spend time dengan Tuhan, tidak ada hubungan intim, tidak mencari Tuhan, tidak ada pergaulan erat dgn Tuhan, akhirnya urapannya menguap dan kering. Hidupnya penuh dengan dengki, iri, dan benci. Saul marah melihat kemenangan Daud, padahal utk persoalan marah, Tuhan sudah memberi 'deadline' nya.

Efesus 4:26 "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu."


Tapi Saul tidak memperhatikan deadlinenya Tuhan, malahan ia menyimpan & memendam semua amarah dan bencinya lebih dalam lagi. Padahal Roh Kudus tidak bisa betah dalam kehidupan yg demikian. Begitulah kehidupan Saul, terdapat banyak sekali bocoran-bocoran dan semuanya itu mengakibatkan minyak urapan terbuang dgn sia-sia. Itu sebabnya dikatakan dalam  2 Sam 1:21b bahwa perisai Saul tidak diurapi dengan minyak.  Jelas itu terjadi karena Saul tidak menghargai urapan, tetapi Daud justru sebaliknya, Daud sangat menghargai urapan. Daud menjaga  urapan itu dengan baik, lewat apa? Lewat membangun hubungan yg intim dengan Tuhan. Ketika seseorang karib dengan Tuhan, urapanNya semakin meningkat dan baru. Daud  diurapi sebanyak 3X, ada minyak baru, ada peningkatan urapan.  Untuk mengalami urapan Tuhan tidak semudah membalikkan telapak tangan, itu adalah buah dari ketekunan dan kedekatan Daud dgn Tuhan. Bagaimana dengan kita ? Kita diwarning Firman Tuhan ini agar jangan menyia-nyiakan urapan yg sudah Tuhan berikan, mari kita menjaganya sebab  tidak ada istilah “sekali diurapi tetap diurapi.”  Kita adalah prajurit-prajurit Kristus, jgn sampai perisai kita tidak diurapi, kita semuanya nothing tanpa urapan. Lihat bagaimana raja Saul tanpa urapan, hidupnya begitu frustasi sampai-sampai mencari peramal di En Dor. Lihat seorang Simson yg kehilangan urapan, seorang yg tadinya begitu luar biasa sekarang nothing!! Tidak ada apa-apanya. Itulah bahayanya perisai yg tidak diurapi, apapun kehebatan kita, semuanya itu nothing!



Posted: 30-05-2012 14:25:16


  share